Karya Ilmiah "SUKSES ADALAH HAK SAYA"
KARYA ILMIAH
“SUKSES ADALAH HAK SAYA”
(Tema : Become A
Successful Entrepreneur)
Diajukan
untuk memenuhi salah satu tugas Mata kuliah Kewirausahaan
Dosen
: Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto
|
Nama
|
: Irene Grace
Rorong
|
|
|
|
|
Kelas
|
: KWU-7
|
PROGRAM STUDI TEKNIK
INFORMATIKA
FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU
KOMPUTER
UNIVERSITAS KOMPUTER
INDONESIA
2017
ABSTRAK
Di
era sekarang dimana pertumbuhan teknologi informasi yang begitu pesat, diikuti
dengan kebutuhan manusia yang semakin tinggi, keinginan untuk memenuhi kebutuhan dengan cara yang instan membuat
manusia melakukan berbagai macam cara untuk menjadi orang sukses. Sayangnya
tidak sedikit orang dapat bertahan pada proses menuju kesuksesan. Dalam hal ini
adalah ketika memulai usaha baru banyaknya kegagalan yang muncul kerap kali
membuat seorang pengusaha memutuskan untuk menghentikan langkahnya menuju
kesuksesan. Kesuksesan yang sebenarnya lahir dari ketekunan dan tahan uji oleh
mental sang pengusaha. Karya ilmiah ini bertujuan untuk membahas kiat-kiat
menjadi wirausaha sukses yang mampu bersaing di bidangnya masing-masing.
DAFTAR ISI
ABSTRAK
........................................................................................................................ i
DAFTAR ISI
.................................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
............................................................................................... 3
A.
Fenomena .......................................................................................................... 3
B.
Masalah ............................................................................................................. 7
C.
Manfaat dan Tujuan ......................................................................................... 8
BAB II LANDASAN TEORI
........................................................................................ 9
A.
Entrepreneurship
dan Entrepreneur ............................................................ 9
B.
Alasan menjadi Entrepreneur ........................................................................ 9
C.
Faktor pada Entrepreneur ............................................................................... 10
D.
Technopreneurship
dan
Teknopreneur ........................................................ 11
BAB III PROSES DAN HASIL .................................................................................... 12
A.
Proses ................................................................................................................. 12
B.
Hasil ................................................................................................................... 21
BAB III KESIMPULAN ................................................................................................ 23
DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................................... 24
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Fenomena
Kemajuan
ilmu pengetahuan selalu diikuti oleh perkembangan teknologi. Hal ini dibuktikan
oleh kebutuhan manusia yang kian hari kian meningkat. Meningkatnya kebutuhan
manusia juga mempengaruhi tingkah laku kehidupan manusia. Manusia dewasa ini
cenderung melakukan berbagai macam cara guna memenuhi kebutuhan hidupnya.
Lapangan pekerjaan yang ada rasanya hampir tidak mampu menampung begitu
banyaknya manusia yang berusaha bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Di
Indonesia tercatat hingga Agustus 2013 sebanyak 110,8 juta orang berhasil
mendapatkan lapangan pekerjaan. Namun tak dapat dipungkiri masih sekitar 7,17
juta orang pada Agustus 2013 yang menjadi pengangguran.
Mental
hanya menjadi “pekerja bagi orang lain” masih menjadi tradisi di negara ini,
sehingga setiap tahunnya pengangguran makin bertambah dikarenakan jumlah
manusia produktif yang bertambah tidak berbanding lurus dengan lapangan
pekerjaan yang tersedia. Kurangnya pengetahuan dan keberanian membangun usaha
sendiri menjadi faktor utama membengkaknya angka pengangguran di Indonesia.
Ketakutan akan kegagalan yang akan dihadapi membuat sebagian besar masyarakat
enggan mengeluarkan ide-ide kreatifnya untuk membangun usaha sendiri.
Salah satu kriteria
suatu negara dikatakan maju yaitu banyaknya pengusaha-pengusaha di dalamnya
misalnya, China yang merupakan negara terkenal dengan banyaknya pengusaha-pengusaha yang handal,
sehingga membawa dampak bagi negaranya yang bertujuan untuk mencapai yang
dicita-citakan negara tersebut.
Negara tanpa pengusaha
dapat dikatan negara berjalan ditempat ataupun miskin, karena Pengaruh
pengusaha sangatlah besar, misalnya untuk mengurangi kemiskinan,
pengangguran, membantu pemerintah dalam
hal pembangunan infrasturktur, serta menumbuh kembangkan pengusaha-pengusaha
baru, sehingga dapat membuka usahanya sendiri.
Namun dikatakan sebagai
pengusaha sukses pasti mengalami suatu proses, baik itu tekanan, persaingan dan
masalah lainnya, Ketika seorang pengusaha dapat melewati proses tersebut maka
dia dapat dikatakan “pengusaha sukses”. Contoh pengusaha-pengusaha besar yang
awalnya memulai dari nol yaitu Merry Riana yang dimana mengalami kegagalan
beberapa kali, tapi ketika dia bangkit dari kegagalannya itulah yang membawanya
menjadi pengusaha sukses.
Banyak orang membuka
usaha memulai dari nol namun usahanya berjalan ditempat tidak ada kemajuan dan
bahkan semakin mundur, hal ini dapat kita lihat di negara kita sendiri misalnya
usaha-usaha kecil seperti rumah makan dan usaha lainnya. Ada juga orang membuka
usaha namun pada saat mengalami kegagalan tidak mau bangkit lagi. Hal ini
dikarenakan karena tidak kuatnya dasar /fondasi serta perencanaan.
Disini dapat kita lihat
bahwa cara menjadi pengusaha yang sukses yaitu :
1.
Perencanaan
Perencanaan sangatlah penting dalam
membangun suatu usaha baik itu jangka pendek maupun jangka panjang.
Dalam perencanaan jangka pendek
tentunya kita harus memikirkan apa saja yang perlu dibutuhkan untuk membuka
suatu usaha misalnya : tempat usaha, modal, peralatan dan kebutuhan-kebutuhan
lainnya.
Sedangnkan jangka panjang kita
memikirkan golnya suatu usaha, memprediksi beberapa tahun ke depan produk apa
yang sesuai dengan pasar, dan lain sebagainya.
2.
Mental
Mental berbicara tentang watak atau
batin. Membagun suatu mental bukanlah segampang membalikkan telapak tangan
itulah membutuhkan suautu proses, dengan kejadian-kejadian yang kita alami
setiap hari secara tidak sadar kita membangun mental kita sendiri.
3.
Nekat
Nekat bukan berarti melakukan
sesuatu hal yang tidak di perhitungkan dan tidak diketahui walaupun hasilnya
kita tidak tahu, namun sebaliknya kita mengetahui apa yang kita lakukan
walaupun yang kita ketahui tersebut belum jelas (abu-abu) sehingga kita berani
untuk melakukan hal tersebut. Disini sangat membutuhkan keberanian dalam
mengambil keputusan.
4.
Inovatif
Ini berbicara tentang produk apa
yang akan kita buat yang sesuai dengan pasar.
Banyak
orang memilih untuk mendapatkan segala sesuatu dengan instan, tanpa ingin
melalui proses yang panjang, akibatnya banyak terjadi persaingan tidak sehat
antar pengusaha di Indonesia khususnya.
Pengusaha pengusaha pada umumnya
cenderung mencari keuntungan yang banyak tanpa memikirkan kualitas produk atau
jasa yang di jual. Hal ini menjadi salah satu faktor kegagalan wirausaha di
Indonesia.
B.
Masalah
Masalah yang
kerap kali terjadi dalam proses mencapai kesuksesan seorang wirausaha adalah :
a. Tidak
kompeten
Pelaku wirausaha tidak
memiliki kemampuan mengelola usaha.
b. Kurang
berpengalaman.
Pelaku wirausaha tidak
memiliki pengalaman yang cukup dalam menjalankan usaha
c. Kurang
dapat mengelola keuangan.
Pelaku wirausaha terlalu
boros dan tidak dapat memutar alur keuangan, sehingga usaha mengalami kerugian.
d. Perencanaan
yang gagal
Perencanaan cenderung berlebihan
dan tidak berorientasi kepada pasar, akibatnya eksekusi gagal dilakukan.
e. Sikap
tidak sungguh-sungguh dalam menjalankan usaha
Sikap yang cuek,
asal-asalan dalam menjalankan usaha akan berakibat fatal pada usaha yang
dijalankan. Sebaliknya, ketika menjalankan usaha dengan kegigihan, ketekunan
dan niat yang baik niscaya hasil tidak akan pernah menghianati proses dan usaha.
C.
Manfaat
dan Tujuan
Manfaat serta tujuan
dari karya ilmiah ini adalah :
1. Mengetahui
cara-cara untuk menjadi wirausaha yang sukses
2. Mengetahui
faktor-faktor yang kerap menjadi penyebab kegagalan berwirausaha.
3. Mendorong
pembaca untuk menjadi pengusaha yang sukses
4. Mengurangi
pengangguran yang ada di Indonesia dengan memberi wawasan untuk menjadi
pengusaha sukses sehingga dapat membuka lapangan pekerjaan baru yang menyerap
banyak tenaga kerja Indonesia.
BAB
II
LANDASAN TEORI
A.
Entrepreneurship dan Entrepreneur
Banyak yang ber tanya apa Itu Entrepreneurship?
Eddy
Soeryanto Soegoto (2014:26) Entrepreneurship
atau kewirausahaan adalah usaha kreatif yang dibangun berdasarkan inovasi
untuk menghasilkan sesuatu yang baru, memiliki nilai tambah, memberi manfaat,
menciptakan lapangan kerja dan hasilnya berguna bagi orang lain.
Sedangkan
Entrepreneur menurut Eddy Soeryanto
Soegoto (2014:26) Entrepreneur atau
wirausaha adalah orang yang berjiwa kreatif dan inovatif yang mampu mendirikan,
membangun, mengembangkan, memajukan dan menjadikan perusahaannya unggul.
Contohnya Ir. Ciputra, Dr. Mooryati Soedibyo, Bob Sadino, Mohtar Ryadi, James
Riadi, Ir. Aburizal Bakrie.
B.
Alasan
menjadi Entrepreneur
Eddy Soeryanto
Soegoto (2014:3) Menjadi entrepreneur
merupakan tantangan menarik yang perlu diwujudkan dalam suatu karya nyata
membangun suatu Bisnis atau Usaha atau
sebuah Perusahaan.
Berikut ini
adalah gambaran tentang peran, Aktivitas, dan Nilai Positif menjadi seorang entrepreneur :
1. Pekerjaan
mulia
2. Pekerjaan
menyenangkan
3. Menciptakan
lapangan kerja dan mengurangi pengangguran
4. Mengurangi
kemiskinan
5. Menentukan
kemajuan suatu bangsa
6. Menentukan
Perkembangan Ekonomi
7. Mencerdaskan
bangsa dan dunia
8. Menjadi
orang kaya
9. Dikenal
banyak orang
10. Pimpinan
partai politik
11. Pimpinan
negara dan pemerintahan
12. Pahlawan
pembangunan
13. Kisah
sukses para entrepreneur
C.
Faktor
pada Entrepreneur
Banyak
faktor yang harus ada pada diri seorang entrepreneur
berikut faktor tersebut menurut Eddy Soeryanto Soegoto (2014:35)
1.
The Creativity
Kreatif
menghasilkan sesuatu yang baru dengan menambahkan nilainya. Pertambahan nilai
ini tidak hanya diakui oleh wirausahawan semata namun juga audiens yang akan
menggunakan hasil kreasi tersebut.
2. The
Commitmen
Memiliki
komitmen yang tinggi terhadap apa yang ingin dicapai dan dihasilkan dari waktu
dan usaha yang ada.
3. The
Risk
Siap
menghadapi risiko yang mungkin akan timbul, baik risiko keuangan, fisik dan
risiko sosial.
4. The
Reward
Penghargaan
yang utama adalah independensi atau kebebasan yang diikuti dengan kepuasan
pribadi. Sedangkan reward berupa uang biasanya dianggap sebagai suatu bentuk
derajat kesuksesan usahanya.
D.
Technopreneurship dan Teknopreneur
Eddy
Soeryanto Soegoto (2014:36) Technopreneurship
(technology entrereneurship), merupakan bagian dari entrepreneurship yang
menekankan pada faktor teknologi, yakni kemampuan ilmu pengetahuan dan
teknologi dalam proses bisnisnya.
Eddy Soeryanto
Soegoto (2014:36) Teknopreneur adalah orang yang mampu membuat, berkreasi dan
berinovasi atas suatu produk yang dijual ke pasar.
BAB III
PROSES DAN HASIL
A. Proses
Dalam
proses menuju wirausaha yang sukses, tidaklah semudah membalikkan telapak
tangan tetapi dibutuhkan kerja keras, kerja cerdan serta kegigihan sang
wirausaha. Dalam berwirausaha biasanya
mengalami kesulitan di awal ketika ingin memulai mulai muncul pikiran pikiran
negatif, antara lain tidak akan laku, tidak menarik, tidak bermutu, tidak dapat
bersaing dan masih banyak lagi. Namun hal inilah yang akan menghambat langkah
calon wirausaha, padahal tanpa langkah awal tidak akan pernah terjadi sesuatu
apapun.
Berikut
adalah beberapa kiat-kiat menjadi wirausaha yang sukses antara lain :
a.
Selalu Melibatkan Tuhan dalam pekerjaan
Ketika
kita melakukan selaa sesuatu dengan izin dan campur tangan Tuhan, percayalah
apapun yang kita lalukan, seberat dan sesulit apapu, kita dapat melakukannya.
Nothing is Imposible
with God!
b.
Semua diawali dengan impian dan
imajinasi kita
Segala
sesuatu yang ditemukan manusia di dunia ini adalah hasil dari suatu impian dan
imajinasi. Dahulu mungkin banyak orang berpikir bahwa mustahil untuk berbicara
dengan orang yang jarak nya jauh dengan hanya menunggu hitungan detik. Tetapi
ada beberapa orang yang berimajinasi bahwa hal itu mungkin terjadi, seorang
yang ada di Amerika dapat berbicara dengan orang yang ada di Indonesia dan
ternyata hasilnya sekarang ini kita menikmati teknologi tersebut. Imajinasi dan
impian yang besar jika di iringi dengan usaha yang keras pasti akan membuahkan
hasil pada waktunya. Selain itu kita harus mempunyai visi agar kita tahu tujuan
dan target kita sehingga seiring berjalannya waktu tidak hanya berlalu begitu
saja tetapi banyak terobosan yang dapat kita capai.
Hanya
seorang yang berani bermimpi yang akan berani pula melakukan terobosan untuk
karya-karya yang sederhana menjadi besar, dan dengan bermimpi juga kita
memotivasi diri kita untuk melakukan sesuatu untuk mencapai impian kita
tersebut.
c.
Semangat dan Gigih
Antusiasme
menjadi modal awal seseorang memulai usaha dan perjuangan demi suatu
keberhasilan. Jika kita patah semangat, yakinlah cepat atau lambat kegagalan
akan menghampiri kita. Karena semangat yang loyo juga akan ikut menghilangkan
motivasi kita untuk mencapai sesuatu. Tetapi jika kita bersemangat, hal yang
mengecewakanpun tidak akan tampak mengecewakan karena kita selalu akan dapat
melihat dengan sisi positifnya. Jika kita mulai tidak semangat, cari lah hal
yang dapat mengembalikan motivasi dan semangat kita misalnya dengan mengingat
kembali tujuan kita serta mengingat perjuangan yang telah kita jalani dari
awal.
d.
Tekun
Memiliki keyakinan
serta tekun juga merupakan cara agar kita mencapai kesuksesan dalam usaha yang
kita jalani. Dengan ketekunan, hal yang sulit sekalipun akan dapat kita
lakukan. Batu karang yang kokoh yang kuat, akan susah dihancurkan dengan sekali
pukulan tetapi ombak air laut dapat mengikis batu karang tersebut hingga hancur
walaupun dengan waktu yang lama karena air laut terus menerus dengan tekun
mengeruk batu karang tersebut.
Ingatlah, jika kita
tekun tidak ada satu hal pun yang dapat menghentikan kita.
e.
Bersedia di kritik dan menerima saran
Tentu
sering kali sebagai manusia kita merasa tersinggung bila menerima kritikan,
apalagi jika kritikan tersebut sangat keras. Namun jika kita telaah lebih lagi,
kritik lah yang dapat membangun kita. Dengan adanya kritikan dan masukan, kita
dapat mengetahui segala sesuatu yang mungkin tidak kita pikirkan. Dan mungkin
dari situ lah lahir ide bahkan peribahan-perubahan yang akan membuat usaha kita
lebih sukses.
Abaikan
suara-suara sumbang yang sengja akan menjatuhkan kita, tetapi terimalah kritik
masukan serta saran yang membangun demi kemajuan usaha yang kita jalani.
f.
Jangan suka menunda-nunda sesuatu
Waktu
tidak dapat diputar kembali. Jika kita menunda sesuatu hal sepele sekalipun
pasti akan mempengaruhi banyak hal. Tak jarang hal tersebut adalah hal yang
sangat penting. Lakukanlah sekarang juga selagi ada kesempatan.
g.
Memprioritaskan hal yang penting
Dalam
menjalankan usaha, aka nada banyak hal yang harus dikerjakan. Tetapi kita pasti
akan dapat membaginya kedalam beberapa tingkatan yaitu :
1. Penting
dan mendesak
2. Penting
tetapi tidak mendesak
3. Tidak
Penting tetapi mendesak
4. Tidak
penting dan pidak mendesak
Kerjakanlah
menurut prioritas yang ada. Belajarlah membuat skala prioritas, sehingga dalam
prosesnya kita dapat melakukan dengan efektif dan efisien.
h.
Mengutamakan kualitas
Hal
yang penting yang tidak boleh kita lupa adalah kualitas produk/jasa yang kita
jual. Jangan kecewakan konsumen dengan ambisi kita untuk meraup keuntungan
sebesar-besarnya. Jika kualitas produk atau jasa yang kita tawarkan baik, pasti
konsumen akan berdatangan bahkan akan mengajak orang lain untuk menikmati
produk/jasa yang kita jual.
Jika
kita setia dalam mempertahankan kualitas produk kita, maka usaha kita pastinya
akan cenderung bertahan lebih lama.
i.
Berani gagal
Roda
itu berputar begitupun juga dengan kehidupan manusia. Tidak selamanya usaha
kita akan ada diatas. Ada saatnya kita harus mengalami kegagalan atau hal yang
tidak kita sukai. Tetapi juka kita berani dan terus maju, resiko kegagalan
sebesar apapun tidak akan jadi penghalang kita juga untuk terus maju mencapai
apa yang kita mau. Jangan jadi pengecut yang hanya dapat berhayal tanpa
mewujudkan mimpinya.
j.
Mengerjakan dengan TOTAL
Sifat
mengerjakan segala sesuatu dengan setengah setengah akan membuat usaha kita
juga setengah setengah. Belajarlah melakukan semuanya dengan total dan memberi
yang terbaik. Karena dengan memberi sesuatu yang terbaik, niscaya kita juga
akan menerima yang terbaik. Jangan sampai kita berhenti di tengah jalan,
bertanggung jawablah dengan apa yang telah kita pilih dan selesaikan hingga
akhir.
k.
Kreatif dan Inovatif
Penting
untuk kita menjadi pribadi yang kreatif, karena pada dasarnya manusia akan
cepat bosan dan menemukan titik jenuh ketika menerima sesuatu hal yang sama
secara terus menerus. Begitu juga dengan barang dan jasa yang kita tawarkan
jika tidak ada inovasi, kita akan tertinggal oleh zaman dan orang tidak akan
tertarik lagi dengan produk dan jasa kita.
Seorang
wirausaha harus jeli melihat keinginan konsumen sekitar, produk dan jasa yang
unik cenderung akan “viral” di
masyarakat. Berkreasilah, kembangkan segala ide yang ada diotak serta segera
realisasikan, jangan menunggu lebih lama.
l.
Jangan mencampur adukan masalah pribadi
dengan usaha
Jika
kita tidak dapat mengendalikan diri kita untuk membedakan mana urusan pribadi
dan usaha, kita akan terjatuh dengan sendirinya. Dimulai dari kemungkinan
tindak korupsi yang akan terjadi, karyawan yang tidak nyaman serta konsumen
juga akan dapat merasa tidak nyaman.
Strategi
yang harus diterapkan adalah :
1. Menentukan
produk yang tepat
Langkah awal memulai usaha adalah menentukan
produk/jasa yang cocok dengan pasar.
untuk
menentukan produk yang tepat, kita harus melalukan riset atau survei dahulu ke
lapangan. Produk yang baik adalah yang diminati banyak orang, dengan pesaing
yang sedikit. Banyak informasi yan telah disediakan di internet, sebaiknya
calon wirausahawan rajin-rajin untuk mencari tahu perkembangan pasar untuk
melihat peluang
2. Mencari
tahu keadaan dan target pasar
Wirausaha yang baik
adalah wirausaha yang dapat melihat peluang pasar
dan
bukan hanya pandai memilih produk.
Target
pasar dibedakan menjadi 4, yaitu
a. Target
produk
b. Target
lokasi
c. Target
demografi
d. Target
psikografi
Dengan
lebih dahulu tepat menentukan target pasar, kita akan dapat melihat peluang
besar dan mendapatkan strategi bisnin yang lebih baik.
3. Memilih
strategi media promosi yang tepat
Ada
banyak media yang dapat digunakan sebagai media promosi, mulai dari media
cetak, media elektronik, media masa, namu perlu diketahui bahwa tidak semua
media tepat dan dapat digunakan dengan efektif. Sesuaikanlah kepada sasaran
produk anda. Jika produk anda akan ditawarkan kepada anak-anak, jangan memilih
media promosi melalui koran dan masih banyak lagi.
Salah
satu cara memanfaatkan media yang ada dengan perkembangan teknologi saat ini
misalnya melalu sosial media. Dengan hanya bermodalkan kuota, kita dapat mempromosikan
produk kita dengan luas dan maksimal karena pada era sekarang hampir semua
kalangan menggunakan seosial media contohnya facebook.
Tetapi
hal yang harus diwaspadai adalah banyaknya kejahatan di dunia maya. Kita juga
harus menetapkan strategi yang tepat untuk mencegah datangnya kejahatan dari
sosial media agar produk yang kita tawarkan tetap diminati.
4. Mencari
strategi promosi yang kreatif
Sesuatu
yang dilakukan secara terus menerus dengan pasar yang sama akan membuat hal
tersebut membosankan. Butuh kreatifitas yang tinggi bagi kita calon wirausaha.
Hal-hal yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut :
a. Dapatkan
kepercayaan pelanggan
Pelanggan harus puas
dan percaya dengan produk yang kita tawarkan dengan pelayanan kita yang baik.
b. Jangan
lupakan layanan after sales
Marketing yang baik
akan membuat proses bisnis kita juga baik
c. Berikanlah
harga murah diawal penjualan
Kesan awal menentukan
usaha kita kedepannya. Memberikan harga murah di awal merupakan salah satu
strategi yang baik untuk menarik pelanggan. Harga yang murah dengan kualitas
yang tetap baik.
d. Menyarankan
produk lain
Jika produk yang dicari
oleh pelanggan tidak tersedia, ada baiknya dengan ramah dan sopan kita sebagai
wirausaha memberikan solusi lain misalnya menyarankan produk lain.
B.
Hasil
Kesuksesan
diawali itu diawali dari kebiasaan kecil. Terkadang manusia menganggap hal
kecil itu merupakan hal yang biasa namun dari hal yang kecil maupun terlalu
kecil itu sangat berpengaruh besar pada perubahan pribadi setiap manusia. Dalam
meraih kesuksesan tidak segampang seperti kita membalikkan telapak tangan, kita
harus melewati berbagai tantangan dan proses yang tidak sebentar. Banyak
tantangan dan rintangan yang harus kita hadapi. Lingkungan merupakan salah satu
faktor pembentuk pribadi setiap diri manusia dan yang menjadi faktor utama
terbentuknya pribadi setiap diri manusia itu adalah keluarga. Keluarga menjadi
penentu bagaimana orang tua mendidik anak-anaknya. Terkadang banyak anak-anak
yang kurang akan didikan sehingga terbentuknya karakter anak-anak tersebut
malah membuat pribadi yang membangkang.
Banyak
wirausaha yang sukses itu terbilang sukses karena terbentuk karakter yang sudah
terbilang bagus baik dari lingkungan dan keluarga. Kunci dari kesuksesan itu
bukan hanya dari faktor dalam diri sendiri juga tetapi dari segi bagaimana kita
menjalin hubungan yang baik dengan teman rekan kerja. Bukannya ingin
pilih-pilih tetapi teman rekan dalam pekerjaan harus diseleksi, ibaratkan kita
sebuah mesin motor para kolega itu adalah olinya. Jika olinya berkualitas buruk
, mesin tidak akan mencapai kemampuan maksimal.
Jika
kita telah berhasil menjalankan kiat-kiat menjadi wirausaha yang sukses, maka
hal-hal berikut merupakan hasil yang akan kita dapat :
1. Menjadi
wirausaha yang tidak pantang menyerah
Mencapai
sesuatu mudah, tetapi jauh labih sulit mempertahankan kesuksesan tersebut. Jika
kita menjalani setiap proses dan menghargai setiap proses yang ada, percayalah
kita akan menjadi wirausaha-wirausaha yang tetap bertahan walaupun pesaing
berguguran.
2. Menjadi
wirausaha teladan
Kesuksesan
yang kita capai dengan kerjakeras dan keringat pasti akan menjadi contoh untuk
banyak orang di luar sana. Pelajaran hidup yang dapat diteladani bukan ketika
kita memulai dengan mudah dan tanpa tantangan melainkan menjalani proses berat
sekalipun. Begitu banyak kisah inspiratif orang-orang sukses karena kerjakeras,
kegagalan dan kemudian bangkit serta semangat yang tak padam. Jadila inspirasi
bagi banyak orang!
3. Menjadi
wirausaha yang santun
Kesuksesan
yang diraih dengan kerasnya proses hidup pasti akan membentuk wirausahanya
untuk mengerti apa arti perjuangan, sehingga biasanya para wirausaha yang
sukses akan lebih menghargai dan santun kepada pebisnis lainnya yang tengah
berjuang.
BAB
IV
KESIMPULAN
Menjadi sukses
adalah hak setiap kita. Kesuksesan sebenarnya terbuka lebar, tetapi proses
untuk menjadi seseorang yang sukses khususnya wirausaha yang sukses adalah
sesuatu hal yang cukup sulit untuk dilakukan. Namun sesuatu yang dihasilkan
dengan proses yang panjang pastinya kan mengasilkan sesuatu yang baik dan tidak
akan luntur dengan mudahnya. Tidak ada hasil yang akan menghianati usaha.
Kesuksesan tidak diraih hanya dengan berhayal, menunggu dan menunda, tetapi
dengan kerja keras, kerja cerdas, antusias dan semangat yang tak pernah padam.
Selalulah berpikir ketika kita akan menyerah, bahwa tujuan kita tinggal
selangkah lagi. Dengan terus berpikir seperti itu, kita akan terus semangat
menjalani tugas dan tanggungjawab kita.
DAFTAR PUSTAKA
Soegoto, Eddy
Soeryanto. 2014. Entrepreneurship Menjadi
Pebisnis Ulung, Edisi Revisi. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo

